Gak cuma soal romance interstellar atau battle epic, Love and Deepspace baru aja ngejutin pemain dengan fitur yang bikin heboh: period tracker. Yap, lo baca bener. Game besutan developer yang terkenal dengan inovasinya ini nambahin opsi buat ngecatat siklus menstruasi pemain. Tapi, apa sih alasan di balik keputusan ini? Simak ulasan lengkapnya!
Bukan Cuma Gimmick: Integrasi Kesehatan dan Immersive Gameplay
Menurut tim developer, fitur ini bukan sekadar trik marketing. Dalam wawancara eksklusif, salah satu lead designer ngaku kalau ide ini muncul dari riset pemain perempuan yang menginginkan representasi lebih personal di game.
“Kami ingin membuat pengalaman yang benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari. Period tracker ini bagian dari sistem kesehatan karakter, di mana pemain bisa mengatur jadwal istirahat, konsumsi vitamin, atau bahkan interaksi dengan partner berdasarkan kondisi fisik,” jelasnya.
Fitur ini juga terintegrasi dengan mekanik bonding system. Misalnya, karakter utama bakal ngasih respons lebih perhatian kalau lo lagi “off-day”—kayak bikinkan teh hangat atau cancel misi berbahaya. Sweet banget, kan?

Respons Komunitas: Apresiasi vs. Kritik
Sejak fitur ini diumumin, reaksi pemain langsung terbelah. Di Twitter, hashtag #PeriodTrackerGame sempat trending dengan komentar kayak:
- “Akhirnya ada game yang ngerti kebutuhan cewek!”
- “Ini keren, tapi kok agak awkward ya? Masa di game fantasy ada reminder menstruasi?”
Beberapa kritikus juga nanya: “Apa nggak better fokus ke cerita utama aja?” Developer pun angkat bicara: “Kami tidak memaksa pemain menggunakan fitur ini. Ini opsional, tapi bagi yang ingin eksplor sisi realism, ini bisa jadi nilai tambah.”
Langkah Berani atau Risiko Kontroversi?
Ini bukan pertama kalinnya fitur kesehatan direplikasi di game. Animal Crossing dulu pernah pakai sistem mood tracking, tapi period tracker di game romance? Wah, baru ini!
Menurut data internal, 68% pemain Love and Deepspace adalah perempuan usia 18-30—demografi yang sering merasa kurang terwakili dalam mekanik game. Fitur ini bisa jadi gateway buat ngajak lebih banyak pemain merasa “dilihat”.
Tapi, risiko kontroversi tetap ada. Beberapa forum gaming udah ada yang nyeletuk: “Ini nggak perlu dibawa ke game lah.” Tampaknya developer siap hadapi ini dengan menyediakan opsi disable dan penjelasan edukatif di dalam game.
Masa Depan Gaming: Lebih Inklusif atau Terlalu Personal?
Love and Deepspace mungkin sedang buka pintu buat tren baru: game yang nggak cuma menghibur, tapi juga peduli kesehatan mental/fisik pemain. Apakah fitur kayak gini bakal jadi standar di masa depan?
“Kami percaya game adalah medium untuk refleksi kehidupan nyata. Kalau bisa bikin pemain merasa didukung, kenapa nggak?” tutup developer.
Gimana pendapat lo? Tertarik nyoba fitur period tracker ini atau justru merasa itu TMI (too much information)? Share di komen!