Krafton Kembali Lakukan PHK Massal: Tim di Balik The Callisto Protocol Jadi Korban, Apa Pemicunya?

Lagi-lagi kabar tak sedap datang dari Krafton. Setelah tahun lalu merombak tim PUBG, kali ini giliran Striking Distance Studios, developer The Callisto Protocol, yang jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sumber internal mengungkapkan puluhan karyawan dari divisi art, desain, hingga QA harus angkat koper—langkah yang memicu gelombang kritik di tengah tren PHK masif industri game sepanjang 2024.

Dari Ambisi ke Kekecewaan
Dirilis akhir 2022, The Callisto Protocol sempat digadang-gadang sebagai “penerus Dead Space” berkat desain horor survival yang menggetarkan. Sayang, antusiasme awal langsung meredup. Metacritic mencatat skor rata-rata 70/100, dengan kritik tajam pada masalah teknis dan alur yang dianggap “cekak kosong”. Penjualan pun gagal memenuhi target, meski Krafton enggan merilis angka pastinya.

“Keputusan ini sangat berat, tapi diperlukan untuk menyelaraskan portofolio dengan prioritas perusahaan,” jelas pernyataan resmi Krafton kepada JagatPlay. Namun, seorang mantan karyawan yang enggan disebutkan namanya berbisik: “Sejak kuartal lalu, tim sudah diarahkan untuk mengurangi skala… Tapi tetap saja, PHK tiba-tiba ini seperti tamparan.”

Komunitas Geram: “Korbankan Karyawan Gara-gara Ego Publisher?”
Berita ini langsung membanjiri forum Reddit dan Twitter. Pengguna @HorrorGameFan menyindir, “Krafton: Gagal bikin game sukses? Selesaikan dengan PHK saja!”. Ada pula yang membandingkan nasib Striking Distance dengan studio lain seperti Volition (pembangun Saints Row) yang tutup tahun lalu setelah proyek gagal.

Namun, tidak semua reaksi negatif. “Sedih sih, tapi Callisto emang nggak worth it harganya. Mungkin PHK ini langkah darurat,” komentar YouTuber GamerNest dalam video reakssinya.

Masa Depan Suram atau Ada Harapan?
Analis industri seperti David Gibson dari Astris Advisory Japan menyebut PHK ini “cermin dari pasar game triple-A yang semakin tak stabil”. “Publisher sekarang lebih memilih safe bet ketimbang mengambil risiko dengan IP baru,” katanya.

Lalu, apa dampaknya ke studio? Striking Distance dikabarkan sedang menggarap konten DLC terakhir untuk The Callisto Protocol. Tapi dengan tim yang menyusut drastis, banyak yang meragukan janji “dukungan jangka panjang” yang pernah diumbar CEO Glen Schofield.

Industri Game: Lingkaran PHK yang Tak Berujung?
Ini bukan PHK pertama Krafton tahun ini. Februari lalu, mereka juga merumahkan 13% karyawan di divisi PUBG. Tren serupa terjadi di Embracer Group, Microsoft, bahkan Riot Games. Pertanyaannya: sampai kapan gim besar terus mengorbankan talenta demi mengejar profit semata?

Apakah PHK massal akan jadi “solusi instan” yang terus diulang? Atau saatnya publisher mencari formula bisnis lebih manusiawi? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

APINTOTO: Situs Slot Mahjong Ways Dua | Link Gacor Dana Terbaru Hari Ini 2025